Peran Layanan Kesehatan Primer dalam Penanggulangan HIV/AIDS

A collection of colorful awareness ribbons symbolizing various causes on a white background.

Tanggal 10 Maret diperingati sebagai Hari HIV/AIDS pada Wanita dan Anak Perempuan, sebuah momentum penting untuk meningkatkan kesadaran sekaligus memperkuat upaya penanggulangan HIV/AIDS yang inklusif. Layanan kesehatan primer (primary health care/PHC) memiliki peran strategis sebagai pintu masuk utama masyarakat ke dalam sistem kesehatan, termasuk bagi individu yang membutuhkan layanan pencegahan, tes, dan pengobatan HIV. Melalui pendekatan layanan yang terpadu, berpusat pada manusia, serta melibatkan komunitas, layanan kesehatan primer memungkinkan penanganan HIV dilakukan secara lebih luas dan komprehensif, sekaligus mengintegrasikan layanan kesehatan lain seperti kesehatan reproduksi, penyakit tidak menular, dan kesehatan mental. Selain itu, pendekatan ini juga mendukung upaya pengurangan stigma dan diskriminasi, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dan inovasi kesehatan. Dengan memperkuat layanan kesehatan primer, sistem kesehatan dapat menjangkau lebih banyak orang secara adil dan berkelanjutan dalam upaya mengakhiri AIDS sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada 2030. Lebih lanjut terkait peran layanan kesehatan primer dalam penanganan HIV/AIDS dapat disimak pada sumber berikut

PELATIHAN ANALISIS DATA MENGGUNAKAN APACHE SUPERSET

laptop computer on glass-top table

Pengantar

Transformasi digital di berbagai sektor mendorong peningkatan ketersediaan data. Namun, pemanfaatan data untuk mendukung pengambilan keputusan masih menghadapi tantangan kapasitas analisis dan visualisasi. Apache Superset sebagai platform open-source menyediakan sarana eksplorasi data dan penyusunan dashboard berbasis SQL yang mudah diakses dan relevan untuk penguatan literasi data. Kegiatan pelatihan ini dirancang dengan format ringan dan aplikatif, sehingga peserta dapat mengenal dan memahami salah satu tools ekspolrasi data dan pembangunan dashboard.

 

Tujuan Kegiatan

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta dalam melakukan analisis data deskriptif dan menyajikan hasil analisis dalam bentuk visualisasi dan dashboard menggunakan Apache Superset

Target Sasaran

  1. Analis data
  2. Akademisi/peneliti 
  3. Staf perencanaan dan monitoring–evaluasi
  4. Pengelola data
  5. Praktisi yang terlibat dalam pemanfaatan data

Webinar ini Gratis dan terbuka untuk umum

Pelaksanaan Kegiatan

Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan pemaparan singkat, demonstrasi, dan praktik langsung (hands-on). Setiap sesi dirancang berdurasi 100 menit dengan fokus pada praktik, sesuai dengan format pembelajaran

Hari, Tanggal : 23, 26 Februari 2026, & 2, 5 Maret 2026
Waktu : 15:30 – 17.10 WIB
Tempat : Common room atau ruang kelas?

Susunan Acara

Pertemuan Materi Pokok Fasilitator
1 (23 Februari 2026) Pengenalan Analisis Data & Apache Superset 1.     Sensa Gudya Sauma Syahra, S. Kom., M. Cs

2.     dr. Fadhilah K. Larasati

2 (26 Februari 2026) Eksplorasi Data & Analisis Deskriptif 1.     Hendri Kurniawan Prakosa, S. Kom., M. Cs.

2.     Sensa Gudya Sauma Syahra, S. Kom., M. Cs

3 (2 Maret 2026) Visualisasi Lanjutan & Data Storytelling 1.     Sensa Gudya Sauma Syahra, S. Kom., M. Cs

2.     dr. Fadhilah K. Larasati

4 (5 Maret 2026) Penyusunan Dashboard & Presentasi Insight Semua Fasilitator

 

Narahubung  

Sensa Gudya Sauma Syahra (+62 8131 3199 775)

Seminar Nasional Pemantauan Kesehatan Personal dan Integrasi dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Digital

person clicking Apple Watch smartwatch

Pengantar

Seiring meningkatnya angka harapan hidup, kelompok usia lanjut menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks, baik dari sisi peningkatan prevalensi penyakit kronis dan katastropis, penurunan fungsi fisik dan kognitif, maupun kebutuhan akan layanan kesehatan jangka panjang yang berkelanjutan. Penyakit katastropis seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, kanker, dan diabetes masih menjadi penyebab utama kematian serta pembiayaan kesehatan yang tinggi pada kelompok usia lanjut. Banyak kondisi tersebut berkembang secara progresif dan berkaitan erat dengan faktor risiko yang sebetulnya dapat dikendalikan melalui upaya preventif personal sejak usia dini, skrining kesehatan berkala, serta pengelolaan kondisi “sehat” yang berkelanjutan.

Di tengah pesatnya transformasi digital kesehatan, pemantauan kesehatan personal dapat dilakukan sepanjang siklus kehidupan, mulai sebelum lahir (kehamilan), bayi, anak, remaja, dewasa dan lansia. Pemantauan kondisi sehat berkaitan dengan perilaku hidup sehat, frekuensi aktivitas fisik yang sesuai usia, diet sehat, pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta upaya pencegahan yang memadai seperti vaksinasi, konsumsi tablet penambah darah pada wanita usia reproduksi. Teknologi digital memungkinkan integrasi data Dari berbagai sumber, termasuk penggunaan wearable device.

Namun demikian, beberapa kelompok usia seperti anak dan lanjut masih menghadapi kesenjangan pemanfaatan teknologi digital, termasuk dalam akses dan penggunaan layanan kesehatan digital. Keterbatasan literasi digital, hambatan fisik dan kognitif, serta desain sistem yang belum sepenuhnya ramah, terutama pada usia lanjut menyebabkan pemanfaatan aplikasi kesehatan, rekam medis elektronik, dan layanan berbasis digital belum optimal pada kelompok ini. Padahal, integrasi kesehatan personal dengan sistem pelayanan kesehatan yang terpantau melalui pemanfaatan personal health records (PHR) dan electronic medical record (EMR) memiliki potensi besar untuk mendukung kesehatan, khususnya usia lanjut. Integrasi tersebut memungkinkan pemantauan kondisi kesehatan secara berkelanjutan, kesinambungan pelayanan antar fasilitas, serta pengambilan keputusan klinis yang lebih tepat berbasis data.

Adanya SATUSEHAT Mobile, Mobile JKN, memberikan peluang penggunaan personal health records (PHC) untuk pemantauan kondisi sehat. Oleh karena itu, diskusi ini memberikan bukti pentingnya pengelolaan kesehatan mandiri sebagai upaya preventif untuk mengurangi kejadian penyakit katastropis, merekomendasikan bentuk upaya kesehatan preventif personal yang sesuai dengan karakteristik individu, khususnya lansia, serta mengeksplorasi strategi integrasi kesehatan personal dengan sistem pelayanan kesehatan digital yang inklusif dan ramah usia lanjut. 

 

Tujuan Kegiatan

Secara umum webinar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya upaya kesehatan preventif personal berbasis bukti serta integrasinya dengan sistem pelayanan kesehatan digital. Secara khusus, kegiatan ini bertujuan untuk:

  1. Menyajikan evidence kejadian penyakit katastropis dan implikasinya terhadap urgensi upaya preventif personal.
  2. Mengidentifikasi dan membahas bentuk upaya kesehatan preventif personal yang dapat dilakukan oleh individu, dengan dukungan promosi kesehatan dan pendekatan kedokteran fisiologi.
  3. Membahas model integrasi kesehatan personal dengan sistem pelayanan kesehatan yang terpantau melalui personal health records dan EMR.

Target Sasaran 

  1. Profesional di bidang kesehatan (dokter, bidan, perawat, dan tenaga medis lainnya)
  2. Praktisi teknologi informasi kesehatan
  3. Kementerian Kesehatan
  4. Pengelola SIK Dinas Kesehatan
  5. Pengelola teknologi digital di Fasilitas Kesehatan
  6. Mahasiswa dan akademisi yang mengkaji bidang kesehatan digital

Pelaksanaan Kegiatan

Hari, Tanggal : Sabtu, 7 Februari 2026|
Waktu : 13.30 – 15:30 WIB
Tempat: Ruang U25.B, Gedung Pascasarjana Tahir, FKKMK UGM

 

Pendaftaran

Silahkan klik link dibawah

ANHSS Program in 2026

Asia Pacific Network for Health Systems Strengthening (ANHSS) kembali hadir pada tahun 2026 yang akan diselenggarakan di dua kota besar: Hong Kong dan Shanghai. Program tahun ini dirancang untuk mempertemukan para ahli, pembuat kebijakan, akademisi, dan praktisi kesehatan dari seluruh kawasan Asia-Pasifik untuk membahas isu-isu strategis dalam penguatan sistem kesehatan.

Agenda pertama pada Senin, 1 Juni 2026 ialah Knowledge Event dengan topik “Private health Insurance in the Asia-Pacific Region” yang diselenggarakan di Chinese University of Hong Kong, Hong Kong, PRC. Kegiatan ini akan mengeksplorasi perkembangan, tantangan, dan peluang dalam asuransi kesehatan swasta di kawasan Asia-Pasifik, serta implikasinya bagi sistem kesehatan yang berkelanjutan. Selanjutnya, pada 3–4 Juni 2026, rangkaian acara akan berlanjut di Fudan University, Shanghai, PRC, melalui policy course bertajuk “Strategic Purchasing and Health Technology Assessment.” Pertemuan ilmiah ini akan menghadirkan diskusi mendalam mengenai pembelian strategis dan peran penilaian teknologi kesehatan dalam mendukung kebijakan kesehatan yang berbasis bukti.